TRANSLATION WEEK 3 - PART D
SOURCE LANGUAGE
PART D
The dog is a member of society who likes to have his day's work, and who does it more conscientiously than most human beings. A dog always looks as if he ought to have a pipe in his mouth and a black bag for his lunch, and then he would go quite happily to office every
day.
A dog without work is like a man without work, a nuisance to himself and everybody else. People who live about town, and keep a dog to give the children hydatids and to keep the neighbours awake at night, imagine that the animal is fulfilling his destiny. All town dogs, fancy dogs, show dogs, lap-dogs, and other dogs with no work to do, should be abolished; it is only in the country that a dog has any justification for his existence.
The old theory that animals have only instinct, not reason, to guide them, is knocked endways by the dog. A dog can reason as well as a human being on some subjects, and better on others, and the best reasoning dog of all is the sheep-dog. The sheep-dog is a professional artist with a pride in his business. Watch any drover's dogs bringing sheep into the yards.
How thoroughly they feel their responsibility, and how very annoyed they get if a stray dog with no occupation wants them to stop and fool about! They snap at him and hurry off, as much as to say: "You go about your idleness. Don't you see this is my busy day?" Sheep-dogs are followers of Thomas Carlyle. They hold that the only happiness for a dog in this life is to find his work and to do it. The idle, `dilettante', non-working, aristocratic dog they have no use for.
The training of a sheep-dog for his profession begins at a very early age. The first thing is to take him out with his mother and let him see her working. He blunders lightheartedly, frisking along in front of the horse, and his owner tries to ride over him, and generally succeeds. It is amusing to see how that knocks all the gas out of a puppy, and with what a humble air he falls to the rear and glues himself to the horse's heels, scarcely daring to look to the right or to the left, for fear of committing some other breach of etiquette.He has had his first lesson -- to keep behind the horse until he is wanted. Then he watches the old slut work, and is allowed to go with her round the sheep; and if he shows any disposition to get out of hand and frolic about, the old lady will bite him sharply to prevent
his interfering with her work.
By degrees, slowly, like any other professional, he learns his business. He learns to bring sheep after a horse simply at a wave of the hand; to force the mob up to a gate where they can be counted or drafted; to follow the scent of lost sheep, and to drive sheep through a
town without any master, one dog going on ahead to block the sheep from turning off into by-streets while the other drives them on from the rear.
great hunt is made into outlying pieces of cover, where the dogs are sure to be found lying low and looking as guilty as so many thieves. A clutch at the scruff of the neck, a kick in the ribs, and they are hauled out of hiding-places; and accompany their masters to the yard
frolicking about and pretending that they are quite delighted to be going back, and only hid in those bushes out of sheer thoughtlessness. He is a champion hypocrite, is the dog. Dogs, like horses, have very keen intuition. They know when the men around them are
frightened, though they may not know the cause. In a great Queensland strike, when the shearers attacked and burnt Dagworth shed, some rifle-volleys were exchanged. The air was full of human electricity, each man giving out waves of fear and excitement. Mark now the
effect it had on the dogs. They were not in the fighting; nobody fired at them, and nobody spoke to them; but every dog left his master, left the sheep, and went away to the homestead, about six miles off. There wasn't a dog about the shed next day after the fight. The noise of the rifles had not frightened them, because they were well-accustomed to that.*
The same thing happened constantly with horses in the South African War. A loose horse would feed contentedly while our men were firing, but when our troops were being fired at the horses became uneasy, and the loose ones would trot away. The excitement of the men
Dogs have an amazing sense of responsibility. Sometimes, when there are sheep to be worked, an old slut who has young puppies may be greatly exercised in her mind whether she should go out or not. On the one hand, she does not care about leaving the puppies, on the
will yer!" is treated with the contempt it deserves. She goes out to the yards, works, perhaps half the day, and then slips quietly under the fences and trots off home, contented.
Anjing adalah anggota masyarakat yang suka melakukan pekerjaan sehari-hari, anjing melakukan pekerjaanya lebih baik dan lebih teliti dibandingkan kebanyakan manusia. Seekor anjing terlihat seperti dia memiliki pipa dimulutnya dan tas hitam untuk makan siangnya, kemudian dia akan pergi kekabtor setiap ahri dengan senang hati.
Anjing tanpa pekerjaan sama seperti manusia tanpa pekerjaan, itu adalah sebuah gangguan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Setiap orang tinggal dikota, memelihara anjing untuk memberi anak mereka hydatid dan untuk menjaga tetangga tetap bangun dimalam hari, bayangkan jika semua binatang dapat memenuhi takdirnya. Semua anjing kota, anjing kaya, anjing pertunjukan, anjing peliharaan, dan jenis anjing lain yang tidak mempunyai pekerjaan, harus dihapuskan. Itu hanya terjadi di sebuah Negara yang memiliki pengakuan untuk keberadaan anjing.
Teori lama bahwa hewan hanya memiliki naluri, dan tidak ada alasan untuk membimbing mereka, teori itu dirobohkan oleh anjing. Dalam beberapa hal, seekor anjing dapat mempunyai nalar lebih baik dibandingkan manusia, jenis anjing yang memiliki nalar terbaik adalah anjing gembala. Anjing gembala adalah seniman professional dengan kebanggaan dalam bisnisnya. Perhatikan anjing gembala manapun yang membawa domba ke padang rumput.
Mereka merasakan bahwa mereka mempunyai tanggung jawab, dan mereka sangat marah saat berpapasan dengan anjing liar yang menyuruhnya berhenti dan akan membodohi mereka. Anjing itu akan membentaknya dan bergegas pergi, sambil mengatakan: “Pergilah dengan kemalasanmu. Tidakkah kamu melihat bahwa ini adalah hari sibukku?” anjing gembala adalah pengikut Thomas Carlyle. Mereka berpendapat bahwa satu-satunya kebhagiaan bagi seekor anjing adalah menemukan pekerjaan dan melakukannya. Anjing yang menganggur adalah anjing gila, dengan warisan aristocrat yang tidak mereka gunakan.
Pelatihan profesi anjing gembala dimulai sejak usia yang sangat dini. Hal pertama yang dilakukan adalah membawanya keluar bersama ibunya dan dia akan melihat bagaimana ibunya bekerja. Dia melakukan sedikit kenakalan, menyelinap di depan kuda saat pemiliknya mencoba menungganginya, dan umumnya berhasil. Itu sangat lucu, melihat bagaimana hal itu membuat semua gas keluar dari anak anjing, dan dengan begitu dia jatuh terpental kebelakang dengan perlahan, menempelkan dirinya ke tumit kuda, dan tidak berani melihat ke kanan atau ke kiri, karena merasa takutjika dia kana melakukan pelanggaran lainnya. Dia mendapat pembelajaran pertamanya, untuk tetap berada dibelakang kuda sampai dia diinginkan. Lalu dia melihat ibunya bekerja, dia diiinkan untuk pergi mengikuti ibunya berjalan disekitar domba, dan jika dia mulai bertingkah nakal maka ibunya akan menggigitnya agar tidak mengganggu pekerjaannya.
Perlahan-lahan seperti seorang professional yang lain, dia belajar bisnisnya. Dia belajar untuk membawa domba setelah seekor kuda hanya dengan melambaikan tangannya, lalu belajar untuk memaksa para domba berjalan menuju gerbang dimana domba bisa dihitung atau ditarik, dan belajar untuk mengikuti bau domba yang hilang, dan menggirin domba melalui kota tanpa tuannya, seekor anjing berjalan didepan memimpin dan menghalangi domba agar tidak berbelok ke jalan yang salah, sementara yang lain menggiring domba dari belakang.
Bagaimana anjing mempelajari semua ini? Anjing pertunjukan dilatih dengan susah payah oleh orang yang ahli dalam menangani mereka, tetapi bagaimanapun juga mereka mengajarkan diri mereka sendiri lebih baik daripada apa yang diajarkan oleh manusia. Sepertinya pengetahuan ini diperoleh turun temurun dari generasi sebelumnya, dari anjing ke anjing. Anak anjing yang meupakan keturunan dari gembala domba, akan mulai dengan semua kemampuan yang diarahkan pada kerja domba, dia secara alami sudah mengetahui setelah dia lahir. Dia tidak bisa membantu domba lebih banyak, tidak seperti musisi yang membantu membuat music, atau seorang ibrani dapat membantu mengumpulkan syikal. Itu dibesarkan dalam dirinya. Jika dalam hiduonya dia tidak bisa mendapat pekerjaan menggembala domba, maka dia akan mencari unggas lain untuk dipeihara. Sering kali seseorang melihat seekor anak anjing membimbing ayam tua yang kebingungan mencari kandang atau pekarangan, atau ruang tertutup lainnya dimana dia bisa menemukannya. Bagaimana dia belajar melakukan itu? Dia tidak mempelajarinya sama sekali. Pengetahuan itu lahir bersamanya. Ketika anjing telah diajari, atau telah mengajari dirinya sendiri dan dia menikmati pekerjaannya. Tetapi sangat sedikit anjing yang mau bekerja di “lapangan”. Sinar matahari yang panas, debu yang berterbangan, dan tidak ada yang bisa dilakukan selain kulit kayu, kulit kayu, kulit kayu,, iya semuanya terlihat baik bagi anjing pelajar dan amatir, namun untuk martabat anjing gembala itu adalah sebuah profesionalitas. Tapi ketika gonggongan mereka menjadi parau dan tercekik karena debu, orang-orang akan kehilangan amarah mereka dan melemparkan gumpalan tanah kearah mereka dan berkata kepada mereka, “Bicaralah, sialan kau!.”
Setelah itu anjing tiba-tiba memutuskan untuk berhenti untuk hari ini. Mereka melihat peluang untuk pergi diam-diam melewati pagar dan bersembunyi ditempat yang sejuk yang bisa mereka temukan. Setelah beberapa saat para laki-laki menyadari bahwa semua anjing tidak ada ditempat dan operasi dihentikan, para laki-laki berburu mencari dimana anjing mereka bersembunyi, dan menemukan bahwa anjing-anjing itu sedang berbaring dan tampak tidak bersalah seperti kebanyakan pencuri. Sebuah tali di leher, tendangan ditulang rusuk, dan mereka ditarik keluar dari persembunyian, dan menemani tuan mereka ke lapangan sambil bermain-main dan berpura-pura bahwa mereka senang bisa kembali dan hanya bersembunyi dibalik semak-semak karena kesalahan mereka. Anjing adalah juara kemunafikan. Anjing seperti kuda, memiliki intuisi yang sangat tajam. Mereka tau bahwa orang disekitar mereka sedang ketakutan, meski mereka mungkin tidak tau apa penyebabnya. Ketika demo besar di Queensland, para pemberontak menyerang dan membakar gudang Dagworth, beberapa tembakan di lepaskan. Udara penuh dengan energy manusia, setiap orang mengeluarkan rasa ketakutan dan kegembiaraan. Sekarang efeknya pada anjing. Mereka tidak sedang bertemour, tidak ada siapapun yang menembaki mereka, dan tidak ada yang berbicara kepada mereka; tetapi semua anjing yang meninggalkan tuannya, meninggalkan domba-dombanya akan pergi ke wisma sekitar 6 mil jauhnya. Tidak ada seekor anjingpun di kandang keesokan harinya setelah pertarungan. Suara senapan tidak membuat mereka takut, karena mereka sudah terbiasa.
Hal yang sama terjadi terus menerus dengan kuda yang ikut berperang dia Afrika Selatan. Seekor kuda yang lepas akan makan dengan puas, sementara orang-orang saling menembak, tetapi ketika pasukan kami ditembaki kearah kuda-kuda, mereka merasa tidak nyaman, dan kuda yang terlepas akan berlari menjauh. Kegembiraan para pria tersebut disebarkan sendiri kepada mereka.
Anjing memiliki rasa tanggung jawab yang luar biasa. Kadang-kadang, ketika ada domba yang akan dipekerjakan, maka ibu anjing yang memiliki anak mungkin sangat terlatih dalam pikirannya apakah dia harus keluar atau tidak. Di satu sisi, dia tidak ingin meninggalkan anaknya, disisi lain, dia merasa bahwa dia harus pergi daripada membiarkan domba-dombanya dipukul oleh para laki-laki. Dengan ragu-ragu, dan dengan banyak pandangan dibelakangnya, dia berlari mengejar kuda dan anjing lainnya. Gonggongan yang berapi-api dari anjing penggembala, “hei pulanglah wilyerr!”, mereka diperlakukan dengan perkataan yang pantas. Dia pergi ke halaman, bekerja, mungkin setengah hari dan kemudian diam-diam menyelinap pergi dibawah pagar dan berlari kerumah, puas.
Komentar
Posting Komentar